Pemasaran
Pemasaran merupakan sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan
manusia. Jadi, segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan
keinginan manusia adalah bagian dari konsep pemasaran. Pemasaran dimulai dengan
pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia.
Pemasaran adalah konsep sosial dan manajerial untuk menentukan harga,
promosi, dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan,
mencapai sasaran target pasar, dan tujuan perusahaan. Berdasarkan pada price,
produck, place, dan promotion.
Pemasaran
dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi
keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi
kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan
terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga
ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah
dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan
kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.
Tujuh variabel pemasaran (marketing mix) sebagai berikut, (Bennet, 1997 ;
151-156) :
- Produk (Product); merupakan barang fisik, jasa ataupun kombinasi keduanya, yang ditawarkan kepada pasar sasaran. Produk merupakan elemen marketing mix yang pertama yang perlu kita ketahui, untuk dapat menyusun bauran pemasaran selanjutnya yang sesuai dengan jenis produk tersebut.
- Harga/tarif (Price) merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan pelanggan untuk memperoleh produk hasil perusahaan. Dalam mempertimbangkan harga harus diperhatikan tingkat permintaan produk, perkiraan biaya produksi, harga produk pesaing, situasi dan kondisi persaingan serta pasar sasaran, Groth (Journal of management decision, 1995).
- Tempat (Place); merupakan perencanaaan dan pelaksanaan program penyaluran produk melalui lokasi pelayanan yang tepat, sehingga produk berada pada tempat yang tepat, pada waktu yang tepat dengan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Untuk produk industri manufaktur place diartikan sebagai saluran distribusi (zero channel, two level channels, dan multilevel channels ) sedangkan untuk produk industri jasa place diartikan sebagai tempat pelayanan jasa/Lokasi pelayanan jasa yang digunakan dalam memasok jasa kepada pelanggan yang dituju merupakan keputusan kunci. Keputusan mengenai lokasi pelayanan yang akan digunakan melibatkan pertimbangan bagaimana penyerahan jasa kepada pelanggan dan dimana itu akan berlangsung.
- Promosi (Promotion); merupakan kombinasi dari variabel-variabel periklanan, penjualan tatap muka, promosi penjualan, dan publisitas yang dilakukan perusahaan dalam upaya mengkomunikasikan produk kepada para pelanggan (konsumen), sehingga para pelanggan (konsumen) termotivasi/terdorong untuk melakukan pembelian.
- Orang (People); adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam menjalankan segala aktifitas perusahaan, dan merupakan faktor yang memegang peranan penting bagi semua organisasi. Dalam perusahaan jasa unsur people ini bukan hanya memainkan peranan penting dalam bidang produksi atau operasional saja, tetapi juga dalam melakukan hubungan kontak langsung dengan konsumen. Perilaku orang-orang yang terlibat langsung ini sangat penting dalam mempengaruhi mutu jasa yang ditawarkan dan image perusahaan jasa yang bersangkutan.
- Sarana Fisik (Physical Evidence); merupakan suatu hal yang secara nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen, untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan. Unsur-unsur yang termasuk di dalam physical evidenceantara lain lingkungan fisik, dalam hal ini bangunan fisik, perabot/peralatan, perlengkapan, logo, warna dan barang-barang lainnya yang disatukan dengan service yang diberikan seperti tiket, sampul, label, dan lain sebagainya. Selain itu atmosfir dari perusahaan yang menunjang seperti visual, aroma, suara, tata ruang,dll.
- Proses (Process); mempunyai arti suatu upaya perusahaan dalam menjalankan dan melaksanakan aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya. Untuk perusahaan jasa, kerjasama antara marketing dan operasional sangat penting dalam elemen process ini, terutama dalam melayani segala kebutuhan dan keinginan pelanggan (konsumen) secara cepat dan tepat.
Konsep sistem
pemasaran
KEBUTUHAN,
KEINGINAN, DAN PERMINTAAN
Kebutuhan manusia (human needs) adalah
ketidakberadaan beberapa pemuas dasar. Manusia membutuhkan makanan, pakaian,
tempat berlindung, keamanan, hak milik dan harga diri. Kebutuhan ini tidak
diciptakan oleh masyarakat atau pemasar. Mereka merupakan hakikat biologis dan
kondisi manusia.
Keinginan (wants) adalah hasrat akan pemuas
kebutuhan yang spesifik. Orang daerah perkotaan membutuhkan makanan dan
menginginkan hamburger, kentang goreng, dan minuman berkarbonisasi. Dalam
masyarakat lain kebutuhan ini mungkin dipenuhi dengan cara lain. Seorang yang
lapar di daerah pedesaan mungkin menginginkan nasi, buah-buahan, dan kacang.
Meskipun kebutuhan manusia sedikit, keinginan mereka banyak. Keinginan manusia
terus dibentuk dan diperbaharui sejalan dengan perkembangan jaman.
Permintaan (demands) adalah keinginan akan
produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
Keinginan jadi permintaan jika didukung oleh daya beli. Banyak orang yang
menginginkan mobil mewah, namun hanya sedikit yang mampu dan bersedia untuk
membeli. Karena itu perusahaan harus mengukur tidak hanya berapa banyak orang
yang menginginkan produk mereka tetapi yang lebih penting berapa banyak orang
yang benar-benar bersedia dan mampu membelinya.
PRODUK (BARANG, JASA, DAN
GAGASAN)
Manusia dalam memuaskan kebutuhan dan keinginannya
dengan menggunakan produk. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan
untuk memuaskan suatu kebutuhan dan keinginan. Produk atau penawaran dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu barang, jasa, dan gagasan. Sebagai contoh adalah
sebuah restoran siap saji menyediakan barang hamburger, kentang goreng, dan
minuman ringan), jasa (pembelian, jasa memasak, dan menyediakan tempat duduk),
dan gagasan (menghemat waktu konsumen).
NILAI, BIAYA, DAN KEPUASAN
Bagaimana seseorang memilih di antara banyak produk
yang dapat memuaskan kebutuhannya? Misalnya seseorang membutuhkan tiga mil
perjalanan ke tempat kerjanya setiap hari. Ia dapat menggunakan sejumlah produk
untuk memuaskan kebutuhan ini, seperti sepatu roda, sepeda, sepeda motor, mobil,
taksi, atau bus. Alternatif pilihan ini merupakan kumpulan pilihan produk (product
choise set). Seandainya ia ingin memuaskan beberapa kebutuhan tambahan
dalam perjalanan ke tempat kerja, yaitu kecepatan, kemudahan, keamanan, dan
keekonomisan. Tiap produk memiliki kemampuan yang berbeda dalam memuaskan
kumpulan kebutuhan (needs set) itu. Sepeda lebih lambat, kurang aman dan
membutuhkan lebih banyak tenaga daripada mobil, namun sepeda lebih ekonomis.
Bagaimanapun juga seseorang harus memutuskan produk mana yang akan memberikan
kepuasan total yang terbesar.
Konsep yang dapat membantu memecahkan masalah ini
adalah nilai dan kepuasan. Nilai (value) adalah perkiraan konsumen atas
seluruh kemampuan produk untuk memuaskan kebutuhannya. Misalkan seseorang
tertarik pada kecepatan dan kemudahan berangkat ke tempat kerja. Jika
ditawarkan semua produk tersebut di atas tanpa biaya, ia akan memilih mobil.
Namun, karena tiap produk memiliki biaya (cost), ia tidak akan memilih
mobil yang biayanya jauh lebih besar daripada sepeda atau taksi. Ia harus
mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan mobil. Karena itu ia akan
mempertimbangkan nilai dan harga produk sebelum menetapkan pilihan. Ia akan
memilih produk yang menghasilkan lebih banyak nilai per rupiah. Menurut DeRose,
nilai adalah "pemenuhan tuntutan pelanggan dengan biaya perolehan,
pemilikan, dan penggunaan terendah".
PERTUKARAN DAN TRANSAKSI
Pertukaran adalah tindakan memperoleh barang yang
dikehendaki dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Terdapat
beberapa kondisi agar pertukaran dapat terjadi, yaitu terdapat sedikitnya dua
pihak, tiap pihak memiliki sesuatu yang mungkin berharga bagi pihak lain, tiap
pihak mampu berkomunikasi dan melakukan penyerahan, tiap pihak bebas menerima
atau menolak tawaran pertukaran. Dan yang terakhir, tiap pihak yakin bahwa
berunding dengan pihak lain adalah layak dan bermanfaat.
Agar pertukaran dapat berhasil, pemasar menganalisa
apa yang diharapkan akan didapatkan dan diberikan oleh tiap pihak dari suatu
transaksi. Suatu pertukaran sederhana dapat dipetakan dengan menggambarkan dua
pelaku dan keinginan serta penawaran di sekitar mereka. Misalnya perusahaan
manufaktur alat-alat berat, melakukan riset atas manfaat yang diinginkan
perusahaan konstruksi tertentu saat membeli alat-alat berat. Manfaat ini berupa
alat berkualitas tinggi, harga yang wajar, pengiriman yang tepat waktu,
persyaratan pembiayaan yang baik, serta onderdil dan pelayanan yang baik. Semua
manfaat yang diinginkan ini tidak sama dan dapat berbeda antara pembeli satu
dengan yang lain. Salah satu tugas perusahaan alat-alat berat tersebut adalah
menemukan tingkat kepentingan relatif pembeli atas keinginan-keinginan yang
berbeda tersebut. Begitu pula bagi perusahaan alat-alat berat juga mengharapkan
manfaat yang diinginkan, berupa harga yang baik untuk peralatannya, pembayaran
yang tepat waktu, dan berita dari mulut ke mulut yang bagus.
Proses untuk mendapatkan syarat yang disepakati
bersama disebut negosiasi. Negosiasi mengarah pada persyaratan-persyaratan yang
disepakati bersama atau sebuah keputusan untuk tidak melakukan transaksi.
HUBUNGAN DAN JARINGAN
Pemasaran transaksi adalah bagian dari gagasan yang
lebih besar yang dinamakan pemasaran hubungan. Pemasaran hubungan adalah
praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak
kunci pelanggan, pemasok, penyalur guna mempertahankan preferensi dan bisnis
jangka panjang. Pemasar yang cerdik berusaha membangun hubungan jangka panjang
yang saling mempercayai dan saling menguntungkan dengan pelanggan, penyalur,
dealer, dan pemasok yang berharga. Pemasar dapat mewujudkan hal ini dengan
menjanjikan dan memberikan kualitas yang tinggi, pelayanan yang baik, harga
yang wajar kepada pihak lain dari waktu ke waktu. Pemasaran hubungan
menghasilkan ikatan ekonomi, teknik, dan sosial yang kuat diantara pihak-pihak
yang berkepentingan. Dalam kejadian yang paling berhasil, transaksi berubah
dari negosiasi yang dilakukan setiap saat menjadi kegiatan rutinitas.
Hasil pemasaran hubungan yang utama adalah
pengembangan asset unik perusahaan yang disebut jaringan pemasaran. Jaringan
pemasaran terdiri dari perusahaan dan semua pihak pendukung yang
berkepentingan, yaitu pelanggan, pekerja, pemasok, penyalur, pengecer, agen
iklan, ilmuwan, dan pihak lain yang bersama-sama dengan perusahaan telah
membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan.
PASAR
Konsep pertukaran mengarah pada konsep pasar. Pasar
adalah semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan dan keinginan tertentu
yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan itu. Ukuran pasar tergantung pada jumlah
orang yang menunjukkan kebutuhan dan keinginan, memiliki sumber daya yang
menarik pihak lain, serta bersedia dan mampu menawarkan sumber daya ini untuk
ditukar dengan apa yang mereka diinginkan.
PEMASAR DAN CALON PEMBELI
Konsep pasar membawa kita kembali kepada konsep
pemasaran. Pemasaran berarti bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi
potensial guna memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Jika satu pihak lebih aktif mencari pertukaran
daripada pihak lain, dinamakan pihak pertama sebagai pemasar dan pihak kedua
sebagai pembeli. Pemasar adalah seseorang yang mencari satu atau lebih calon
pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran nilai. Calon pembeli adalah
seseorang yang diidentifikasi oleh pemasar sebagai orang yang mungkin bersedia
dan mampu terlibat dalam pertukaran nilai.
Pemasar dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual.
Sebagai contoh, beberapa orang ingin membeli sebidang tanah yang akan dijual.
Tiap calon pembeli akan berusaha memasarkan diri mereka kepada penjual.
Pembeli-pembeli ini sesungguhnya sedang melakukan pemasaran. Dalam situasi di
mana kedua belah pihak secara aktif mencari pertukaran, keduanya adalah
pemasar, dan situasi tersebut merupakan salah satu pemasaran timbal balik.
Definisi Bisnis Internasional
Ball ,McCulloch,Frantz,Geringer,Minor(2006)
- Bisnis yang kegiatannya melampaui batas Negara.
- Definisi tersebut mencakup perdagangan internasional. pemanufakturan diluar negeri juga industri jasa diberbagai bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi,perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa.
Charles WH Hill (2008)
- Perusahaan yang terlibat dalam perdagangan maupun investasi internasional.
Daniels, Radebaugh & Sullivan (2004)
- Semua transaksi komersial baik oleh swasta maupun pemerintah diantara 2 negara atau lebih
Karakteristik yang membedakan bisnis internasional dan domestik adalah bisnis internasional melibatkan aktivitas yang melintas batas, Hal ini berarti menjalankan bisnis internasional lebih rumit karena
- Negara-negara mempunyai ciri khas
- Masalah yang dihadapi lebih complex
- Bisnis Internasional harus mampu bekerja dengan berbagai kendala perdagangan dan investasi yang ditetapkan suatu pemerintah
- Transaksi internasional melibatkan perubahan mata uang.
- Implikasinya : segala hal antar batas harus dipertimbangkan dalam semua keputusan dan aktivitas yang dijalankan perusahaan multinasional.
Alasan
melaksanakan bisnis international
Alasan
negara melakukan perdagangan internasional.
- Masalah mobilitas faktor produksi. Faktor produksi terdiri dari tanah (land), tenaga kerja (labour), barang modal (capital) dan manajerial atau keterampilan (skill).
- Mobilitas mengandung arti suatu pergerakan, sehingga yang dimaksud disini adalah pergerakan faktor produksi dari suatu negara kenegara lain. namun pada kenyataannya tidak semua faktor produksi dapat mobil secara internasional. Menurut Adam Smith, labour merupakan faktor produksi yang paling mobil. Masalah perbedaan sistem moneter. Setiap negara memiliki mata uang sendiri. Adanya perbedaan mata uang dari setiap negara, perbedaan kebijakan ekonomi moneter, pada gilirannya mempengaruhi sistem lalu lintas pembayaran internasional dan sistem lalu lintas modal.
- masalah batas-batas negara yang berdaulat. Adanya batas-batas dari suatu negara dengan negara yang lain yang berdaulat menyebabkan perbedaan politik dalam perdagangan misalnya perlindungan tarif terhadap produk hasil industri didalam negero, larangan impor, quota dan blok perdagangan. Adanya kedaulatan mengakibatkan bea masuk (impor duty) dari suatu negara tidak sama dengan bea impor dari negara lain.
- Masalah transport cost. Ongkos angkut dari pabrik kepasar atau kepelabuhan meninggikan harga asal pabrik. Ongkos pengangkutan barang ekspor harus dimasukkan dalam perhitungan biaya agar harga yang diperoleh untuk komoditi ekspor tersebut tepat.
*Tambahan:
Alasan –
alasan suatu Negara melakukan bisnis internasional yaitu :
a.
Setiap Negara memiliki Sumber Daya terbatas
·
Karena setiap Negara memiliki sumber daya terbatas,
maka untuk saling melengkapi kebutuhan sumber daya yang harus melakukan
kerjasama antar Negara dengan melakukan bisnis internasional. Setiap Negara
memiliki kebutuhan yang berbeda dengan Negara lain. Telah kita ketahui
kebutuhan manusia tidak terbatas namun alat pemuas kebutuhan manusia terbatas,
sehingga suatu Negara membutukan Negara lain untuk memenuhi kebutuhan Negara
nya tersebut sehingga di butuhkan bisnis internasional.
·
Kemampuan memproduksi suatu barang dan jasa yang
berbeda antara satu Negara dengan negara lain, misalnya Negara Indonesia
terkenal dengan julukan Negara Agraris yang mampu menghasilkan hasil pertanian
yang tumpah ruah seperti padi, sehingga di butuhkan bisnis internasional
seperti ekspor beras ke Negara lain yang tidak mampu memproduksi padi.
·
Setiap Negara tidak bisa hidup sendiri tanpa ada
bantuan dari Negara lain, hal ini juga mengharuskan adanya bisnis internasional
karena antarnegara dapat membantu menyelesaikan masalah kebutuhan Negara lain,
misalnya di Indonesia terjadi kemacetan yang parah, sehingga Negara Indonesia
membutuhkan suatu strategi untuk menyelesaikannya dan akhirnya Negara Indonesia
telah menyediakan busway untuk mengurangi kemacetan dan alat transportasinya di
impor dari Negara pengekspor busway.
·
Tingkat kemajuan suatu Negara berbeda dengan Negara
lain.Dengan adanya bisnis Internasional Negara – Negara maju dapat membantu
Negara – Negara berkembang dan yang masih tertinggal untuk mengalami kamajuan
dan perkembangan yang baik. Misalnya Negara Jepang dan Amerika Serikat memiliki
pengaruh besar dalam perkembangan Negara Indonesia baik dalam bidang informasi,
ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
https://evaruth.wordpress.com/2010/12/21/bisnis-internasional/
https://srinurdianti26.wordpress.com/2013/10/19/konsep-pemasaran-dan-strategi-pemasaran/
http://arisastia.blogspot.com/2009/12/bisnis-internasional_2635.html
https://belajarserbaneka.blogspot.com/2012/11/konsep-inti-pemasaran.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar